Nggak sangka, selama 19 tahun ini, aku bertemu seseorang anak berumur 17 tahun yang seperti diriku ketika dahulu. Ia suka menyayat tangannya sendiri demi bertahan hidup. Aku bertemu dengannya melalui dunia maya/chatting. Dia bertanya padaku kenapa aku senang sekali tersenyum(selalu membubuhkan gambar ’smile’ di tiap kalimat dlm chatting), aku jawab, karena semua org senang pada org yang suka tersenyum.. lalu ia bertanya kembali, apakah kamu tidak pernah merasa sedih? Hum,,, aku langsung tahu bahwa anak ini punya suatu maksud karena ia terus-terusan saja menanyai hal-hal yang aneh. yah…. setelah aku dekati perlahan -lahan, ternyata dia memang selalu dilanda stress. tekanan dari orang tua yang tidak membebaskan ia dalam segala hal termasuk nggak boleh pergi kemana-mana, tekanan dari teman-temannya juga kakak-kakaknya yang selalu menindasnya. dan yang lebih mengagetkan lagi, ia menyayat tangannya sendiri demi bertahan hidup. dengan menyayat tangan, rasa sakit yang ia dera di lubuk hatinya bisa tergantikan. kenapa dia memilih jalan itu? ia jawab, daripada bunuh diri, lebih baik aku melakukan ini… Dan hal ini mengingatkanku akan masa laluku ketika ku berusia 4-5 tahun dimana aku disiksa oleh pembantuku, orangtua yang keras ketika mengajariku pelajaran, dan juga teman-teman yang tidak mau bermain denganku, maka aku menghektar jariku dengan alat penghektar. wah, rasanya amat nikmat. rasa sedihku tiba-tiba hilang. aku tak peduli dengan jari tanganku yang membiru dan darah yang berceceran… itulah masa kecilku yang amat suram. tapi sekarang aku tidak melakukan hal yang mungkin tidak normal itu. walaupun sampai saat ini aku susah bersosialisasi, tapi seenggaknya aku tidak memusingkan persoalan itu karebna aku telah mengenal Allah..
Aku kasian sekali dengan anak itu, bukan hanya dia saja, ternyata ada juga anak berumur 15 tahun yang ingin bunuh diri..wah…sepertinya mau kiamat saja dunia ini…Dan sangat mengejutkan ternyata bukan aku saja yang melakukan hal seperti itu, ada juga ya ternyata…. hum…siapa lagi ya….
V_




