Arsip untuk Mei, 2010

To the point!
Kmrn aku dpt ilmu ttg “Ngeyeuk Seureuh”. upacara sebelum akad nikah ala Sunda.
Upacara adat Sunda ini, sudah jarang sekali di lakukan. Maka dari itu ketika ada yang menggunakan upacara ini dianggap ‘keren’ karena lumayan membutuhkan banyak perlengkapan. Nah, ini dia bentuk panggung sederhana dan perlengkapan upacaranya…
Seperti biasa calon pengantin pria masuk ke dalam ruangan, setelah itu sebagai humor bahwa ketika calon pengantin wanita datang, biasanya pengantin wanita itu diganti dengan orang lain. Maka dari itu pengantin pria harus mencek calon pengantin wanitanya terlebih dahulu.
Potong benang. Yang memotong benang adalah orang tuanya (dari pihak cwe dan cwo) sementara talinya dipegang oleh kedua calon pengantin.
tiup sumbu 7S (sholat, syahadat, shaum, sedekah, dll). 7 sumbu ditiup sampai mati supaya hidup tidak seperti lilin yg menerangi orang lain melainkan kita sendiri mati.
pengantin dicepret (dipukul pakai sapu lidi) supaya di masa depan pengantin mau mendengar nasihat orang lain.
gulung kain kafan, yg melambangkan kita tidak akan membawa apa-apa pada saat meninggal dan untuk menyatakan bahwa cinta dan kerjasama  suami istri itu seimbang/ tidak berat sebelah.
bawa pakaian ke kamar pengantin, juga melambangkan kerjasama karena dalam waktu 10 hitungan harus sampai kembali ditempat
di bawah sarung yang sudah dibawa kekamar pengantin terdapat macam-macam barang seperti perabot dapur, jajanan pasar, padi, labu, lisung dan alu, pelepah pinang, buah-buahan dll
pengantin perempuan menimang pelepah pinang kemudian memberikannya pd pengantin laki-laki (bukti diri si perempuan memberikan semua jiwa raganya untuk sang suami). Ketika sudah diterima, pelepah pinang tsb dibelah oleh sang pengantin pria
belah labu oleh pengantin pria yang menandakan kemakmuran
pengajaran penggunaan lisung dan alu oleh orang tua kedua mempelai kepada putra-putrinya (calon pengantin) (sebenarnya ini adalah pengajaran bagaimana menjadi istri yg baik adalah 2 hal, yaitu: enak di dapur dan enak di ranjang) Lisung dan alu juga melambangkan pria dan wanita.
pengambilan koin di bawah samak (tikar) menandakan rezeki yang berlimpah yg pd akhirnya harus digunakan bersama tanpa membeda-bedakan rejeki itu dari siapa asalnya.
yang terakhir adalah pembagian souvenir untuk 7 org tua dari pihak perempuan dan laki-laki.
setelah semuanya beres sampahnya dibungkus oleh tikar dan dibuang ke jalan. Lalu tidak boleh dilihat kembali . maksudnya adalah setelah menikah kita tidak lagi menoleh pada keburukan-keburukan masa lalu.
Sekian~
V_
Iklan