Ngeyeuk Sereuh (Adat Pernikahan Ala Orang Sunda)

Posted: Mei 4, 2010 in apa yg mereka bilang?
To the point!
Kmrn aku dpt ilmu ttg “Ngeyeuk Seureuh”. upacara sebelum akad nikah ala Sunda.
Upacara adat Sunda ini, sudah jarang sekali di lakukan. Maka dari itu ketika ada yang menggunakan upacara ini dianggap ‘keren’ karena lumayan membutuhkan banyak perlengkapan. Nah, ini dia bentuk panggung sederhana dan perlengkapan upacaranya…
Seperti biasa calon pengantin pria masuk ke dalam ruangan, setelah itu sebagai humor bahwa ketika calon pengantin wanita datang, biasanya pengantin wanita itu diganti dengan orang lain. Maka dari itu pengantin pria harus mencek calon pengantin wanitanya terlebih dahulu.
Potong benang. Yang memotong benang adalah orang tuanya (dari pihak cwe dan cwo) sementara talinya dipegang oleh kedua calon pengantin.
tiup sumbu 7S (sholat, syahadat, shaum, sedekah, dll). 7 sumbu ditiup sampai mati supaya hidup tidak seperti lilin yg menerangi orang lain melainkan kita sendiri mati.
pengantin dicepret (dipukul pakai sapu lidi) supaya di masa depan pengantin mau mendengar nasihat orang lain.
gulung kain kafan, yg melambangkan kita tidak akan membawa apa-apa pada saat meninggal dan untuk menyatakan bahwa cinta dan kerjasama  suami istri itu seimbang/ tidak berat sebelah.
bawa pakaian ke kamar pengantin, juga melambangkan kerjasama karena dalam waktu 10 hitungan harus sampai kembali ditempat
di bawah sarung yang sudah dibawa kekamar pengantin terdapat macam-macam barang seperti perabot dapur, jajanan pasar, padi, labu, lisung dan alu, pelepah pinang, buah-buahan dll
pengantin perempuan menimang pelepah pinang kemudian memberikannya pd pengantin laki-laki (bukti diri si perempuan memberikan semua jiwa raganya untuk sang suami). Ketika sudah diterima, pelepah pinang tsb dibelah oleh sang pengantin pria
belah labu oleh pengantin pria yang menandakan kemakmuran
pengajaran penggunaan lisung dan alu oleh orang tua kedua mempelai kepada putra-putrinya (calon pengantin) (sebenarnya ini adalah pengajaran bagaimana menjadi istri yg baik adalah 2 hal, yaitu: enak di dapur dan enak di ranjang) Lisung dan alu juga melambangkan pria dan wanita.
pengambilan koin di bawah samak (tikar) menandakan rezeki yang berlimpah yg pd akhirnya harus digunakan bersama tanpa membeda-bedakan rejeki itu dari siapa asalnya.
yang terakhir adalah pembagian souvenir untuk 7 org tua dari pihak perempuan dan laki-laki.
setelah semuanya beres sampahnya dibungkus oleh tikar dan dibuang ke jalan. Lalu tidak boleh dilihat kembali . maksudnya adalah setelah menikah kita tidak lagi menoleh pada keburukan-keburukan masa lalu.
Sekian~
V_
Komentar
  1. Payjo mengatakan:

    Saya yang orang sunda aja baru tau😛

  2. aozora2006 mengatakan:

    ya emang udah langka upacara adat kyk gni… berminat? hohoh….

  3. Payjo mengatakan:

    @Oom Aozora:
    Berminta, tapi mungkin nanggung biayanya saya nggak kuat😆

  4. ahmad sihabudin mengatakan:

    Nuhun nya…saya kebetulan mau menikahkan keponakan…salah satunya acara nya “ngeyeuk seureuh”…tks sekali lagi infonya..

  5. laman baca kita mengatakan:

    wah, kok di kampusku ada soal ujian ngeyeuh sereuh adl. Sex Education ala orang sunda, bagian apanya ya?

  6. Anonim mengatakan:

    wahh seruuu jugaa abdi ge asli sunda neme terang heeeeee

  7. Anonim mengatakan:

    ada sejarahnya ngeuyeuk seureuh gak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s